Mahasiswa Poltesa Tembus 15 Besar Ajang Internasional Hackaton iWareBatik 2021

Mahasiswa Poltesa Tembus 15 Besar Ajang Internasional Hackaton iWareBatik 2021

  • Post author:

Poltesa.ac.id – Mahasiswa Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) tembus 15 besar dalam ajang Internasional Hackaton IwareBatik Tahun 2021, dalam presentasi peserta di hadapan USI UNESCO Chair, Switzerland pada tanggal 15 Oktober 2021 via Zoom.

IWareBatik adalah platform digital untuk memperkenalkan batik dan destinasi pariwisata Indonesia kepada dunia. Platform ini dilaunching di Swiss, 17 Agustus 2019, dan jadi satu-satunya platform digital yang didukung oleh UNESCO untuk melestarikan batik Indonesia melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Dalam platform atau aplikasi iWareBatik tersebut kita bisa mengetahui beragam jenis motif batik yang ada di Indonesia.

Awalnya 20 orang mahasiswa Poltesa mengikuti Essay Opini dalam workshop iWareBatik yang diselenggarakan pada 21 September 2021, dari 20 orang itu, 5 diantaranya dipilih sebagai Essay terbaik yang mewakili Poltesa dalam Kompetensi Internasional iWareBatik Hackaton Event yang diselenggarakan @caventer.

Adapun Tim mahasiswa Poltesa yang berhasil menembus ajang Internasional ini adalah:
1. Pahima (Prodi MBP)
2. Robindra (Prodi MIF)
3. Evi Suriani (Prodi MBP)
4. Nurleni (Prodi MBP)
5. Winieandra Dionegara (Prodi MBP)

Menurut Pembina mahasiswa Nur Astri Fatihah tulisan essay dan opini mahasiswa Poltesa sangat baik, bahkan mendapat apresiasi dari panitia, “panitia sangat mengapresiasi essay mahasiswa Poltesa yang bagus-bagus, bahkan mereka mengatakan bahwa essay mahasiswa Poltesa membawa haru dan bangga untuk Indonesia, ” ujarnya.

Menurut Leader Team mahasiswa Poltesa, Pahima bahwa ide yang mereka susun merupakan hasil kerjasama tim dan bimbingan dari dosen, “berdasarkan bimbingan dari dosen, kami bersama-sama tim menyusun ide ini sedemikian rupa dengan menggabungkan ide dari essai kami terkait pengembangan aplikasi iWareBatik kedepannya, sehingga kami mengajukan ide fitur terbaru yang diberi nama “Outlook Trend Batik of The Year” untuk mengembangkan teknologi iWareBatik lebih ramah pengguna, “ungkapnya.

Menurut Pahima ide ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya:

1. Bisa digunakan dalam jangka waktu panjang
2. Bisa menarik minat gen-Z yang senang mengikuti trend (apalagi berdasarkan sensus, gen-Z paling banyak populasinya di Indonesia)
3. Membantu pengrajin batik dan sekaligus mempromosikan pariwisata Indonesia
4. Untuk iWareBatik sendiri, bise menambah user dan membantu iWareBatik untuk memperkenalkan batik ke kalangan luas.

Pahima berharap “tim Poltesa bisa menang sehingga ide pengembangan teknologi ini bisa dipakai. Apapun hasilnya, Poltesa sebenarnye sudah menang. Semoga bisa jadi inspirasi untuk mahasiswa lainnya agar berani berkompetisi di ajang nasional bahkan internasional, “harapnya. Lebih lanjut Pahima menyampaikan pesan untuk teman-teman mahasiswa lainnya, “Jangan Takut Gagal, Karena Kalo Kamu Gagal, Kamu Tidak Lagi Mulai dari NOL, tapi Kamu Akan mulai dari PENGALAMAN.”