POLTESA PERKUAT ARAH RISET DAN PENGABDIAN MELALUI BIMTEK PENYUSUNAN ROADMAP PENELITIAN DAN PKM 2026
Poltesa.ac.id – Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas riset dan pengabdian kepada masyarakat melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Roadmap Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 yang dilaksanakan pada 24–25 Juni 2026 di Aula Gedung Terpadu I Politeknik Negeri Sambas.
Mengusung tema “Penguatan Arah dan Keberlanjutan Riset serta Pengabdian melalui Penyusunan Roadmap yang Terukur dan Berdampak”, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 110 peserta yang terdiri dari unsur pimpinan, ketua jurusan, koordinator program studi, kelompok keahlian, dosen di lingkungan Poltesa, serta Narasumber : Dr. Yackob Astor, S.T., M.T., dan
Hashri Hayati, S.T., M.T., dari Politeknik Negeri Bandung.
Sebagai satu-satunya perguruan tinggi negeri vokasi yang berada di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia pada koridor Aruk–Kuching, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Poltesa memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pembangunan sumber daya manusia di wilayah perbatasan negara.
Kawasan perbatasan memiliki berbagai tantangan yang kompleks, mulai dari ketimpangan pembangunan, keterbatasan akses teknologi dan inovasi, hingga rendahnya hilirisasi potensi unggulan daerah. Namun di balik tantangan tersebut, tersimpan potensi besar pada sektor pertanian, perikanan, agroindustri, perdagangan lintas batas, ekonomi kreatif, pariwisata, serta pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal Melayu perbatasan. Dalam konteks tersebut, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi instrumen strategis untuk menghasilkan solusi inovatif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Poltesa berupaya menyusun roadmap penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang terarah, terukur, dan berkelanjutan sebagai dasar penyusunan Rencana Induk Penelitian (RIP) dan Rencana Strategis Pengabdian kepada Masyarakat (Renstra PKM). Roadmap tersebut akan menjadi pedoman dalam pengembangan kebijakan, penguatan kelompok keahlian, penyusunan program kerja, peningkatan kualitas proposal hibah, pengembangan jejaring kolaborasi, serta pencapaian indikator kinerja institusi.
Penyusunan roadmap dilakukan melalui pendekatan kombinasi bottom-up dan top-down. Pendekatan bottom-up memperhatikan visi dan arah kebijakan Poltesa, potensi kepakaran dosen, serta karakteristik program studi. Sementara pendekatan top-down memastikan keselarasan roadmap dengan kebijakan nasional dan global seperti Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017–2045, Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi 2025–2029, Sustainable Development Goals (SDGs), dan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita.
Dengan pendekatan tersebut, roadmap yang dihasilkan diharapkan mampu menjawab berbagai isu strategis, mulai dari ketahanan pangan, ekonomi hijau, hilirisasi produk unggulan daerah, transformasi digital, pemberdayaan masyarakat, hingga pembangunan berkelanjutan di kawasan perbatasan.
Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Poltesa, Dr. Andi Maryam, S.Si., M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membangun budaya riset dan pengabdian yang lebih terarah dan berdampak.
“Roadmap penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bukan hanya sebuah dokumen administratif, tetapi merupakan kompas yang akan mengarahkan pengembangan riset dan pengabdian Poltesa dalam jangka menengah dan panjang. Melalui roadmap yang disusun secara partisipatif dan berbasis kepakaran, kita ingin memastikan bahwa setiap penelitian dan pengabdian yang dilakukan dosen memiliki kesinambungan, relevansi, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di kawasan perbatasan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andi Maryam menegaskan bahwa roadmap yang disusun harus mampu menjadi fondasi bagi lahirnya inovasi-inovasi terapan yang mendukung pembangunan daerah.
“Poltesa memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan riset terapan berbasis kawasan perbatasan. Karena itu, roadmap yang disusun harus mampu mengintegrasikan kepakaran dosen, kebutuhan masyarakat, potensi unggulan daerah, serta kebijakan pembangunan nasional. Harapannya, hasil penelitian dan pengabdian tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga mampu dihilirisasikan menjadi produk, teknologi, model pemberdayaan, maupun rekomendasi kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh berbagai materi penting yang meliputi kebijakan pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, konsep dan urgensi roadmap, teknik penyusunan roadmap berbasis kepakaran dan luaran, penyusunan milestone penelitian dan PKM, integrasi roadmap dengan Renstra dan IKU, praktik penyusunan roadmap, hingga sesi review dan pendampingan penyusunan roadmap.
Salah satu peserta kegiatan, Andiyono, S.P., M.P., M.Sc. mengaku sangat mengapresiasi pelaksanaan Bimtek yang dinilai memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya perencanaan riset dan pengabdian yang sistematis.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan gambaran yang jelas mengenai bagaimana menyusun roadmap penelitian dan PKM yang berkelanjutan. Selama ini banyak dosen yang fokus pada pelaksanaan penelitian per tahun, namun melalui roadmap kami diajak untuk merancang arah penelitian secara lebih strategis dan terukur dalam jangka panjang,” ungkapnya.
Menurut Andiyono, penyusunan roadmap juga akan membantu dosen dalam meningkatkan kualitas proposal penelitian dan pengabdian yang lebih kompetitif.
“Roadmap akan membantu dosen menentukan fokus keilmuan, target luaran, serta peluang kolaborasi yang lebih jelas. Saya optimistis kegiatan ini dapat mendorong terbentuknya budaya akademik yang lebih produktif, kolaboratif, dan inovatif di lingkungan Poltesa,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Poltesa menargetkan tersusunnya draft roadmap penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sinkronisasi roadmap kelompok keahlian dan jurusan dengan RIP dan Renstra PKM institusi, identifikasi tema unggulan berbasis kawasan perbatasan, serta pemetaan luaran strategis penelitian dan pengabdian dalam jangka menengah maupun jangka panjang.
Lebih dari sekadar menghasilkan dokumen perencanaan, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan ekosistem riset dan pengabdian yang kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Politeknik Negeri Sambas sebagai pusat pendidikan vokasi terapan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah perbatasan dan kemajuan bangsa.
“Dari Perbatasan untuk Indonesia, Menguatkan Riset dan Pengabdian untuk Masa Depan yang Berkelanjutan.”
