You are currently viewing Dosen Poltesa Latih Warga Mentibar Olah Ikan Malong Jadi Produk Frozen Food, Buka Peluang Usaha Keluarga

Dosen Poltesa Latih Warga Mentibar Olah Ikan Malong Jadi Produk Frozen Food, Buka Peluang Usaha Keluarga

  • Post author:
  • Post published:

Poltesa.ac.id — Ikan malong yang selama ini banyak dijual dalam bentuk segar oleh warga Desa Mentibar mulai diperkenalkan sebagai bahan baku olahan bernilai tambah. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim dosen Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) mengajak warga mempraktikkan pengolahan ikan malong menjadi tahu bakso sebagai salah satu produk pangan beku atau frozen food.

Kegiatan yang berlangsung pada 27 Agustus 2026 di Desa Mentibar, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, tersebut diikuti 11 peserta perempuan dengan beragam latar belakang pekerjaan, termasuk ibu rumah tangga. Pelatihan ini membuka ruang bagi warga untuk mengenali peluang usaha dari sumber daya perikanan yang tersedia di lingkungan mereka.

Tim pelaksana diketuai Nurul Fatimah Yunita dengan anggota Beryaldi Agam, Dewi Merdekawati, dan Maryono dari Program Studi Agribisnis Perikanan dan Kelautan Poltesa. Tiga mahasiswa, yakni Hudriyah Masithah, Tanti Fitriawati, dan Rendy, turut dilibatkan untuk membantu pelaksanaan kegiatan.

Program ini berangkat dari kondisi pemanfaatan ikan malong yang masih didominasi penjualan dalam bentuk segar. Pengolahan menjadi produk lain diperkenalkan sebagai pilihan untuk memperluas pemanfaatan komoditas tersebut sekaligus membuka peluang usaha skala rumah tangga.

Peserta tidak hanya mengikuti pemaparan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan tahu bakso berbahan ikan malong. Tahapan yang diperkenalkan mencakup pemilihan dan penanganan bahan baku, pengolahan daging ikan, pencampuran bahan dan bumbu, hingga pengemasan serta pengenalan pembekuan produk.

Kebersihan menjadi bagian penting dalam pelatihan. Tim memberikan penjelasan mengenai penggunaan bahan baku segar, kebersihan peralatan, sanitasi tempat pengolahan, dan penyimpanan produk. Melalui demonstrasi dan pendampingan bertahap, peserta diajak memperhatikan proses pengolahan sejak bahan disiapkan hingga menjadi produk.

Pembahasan juga menyentuh kebutuhan dasar untuk memulai usaha. Peserta diperkenalkan pada perhitungan biaya produksi, pemberian merek, kemasan, serta pemasaran sederhana melalui media sosial. Materi tersebut melengkapi praktik pengolahan agar warga memiliki gambaran tentang hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum menjual produknya.

Selain pelatihan, program memberikan dukungan alat produksi yang dapat dimanfaatkan bersama oleh kelompok mitra. Fasilitas tersebut diharapkan membantu warga mencoba kembali keterampilan yang telah diperkenalkan selama kegiatan.

Pelatihan ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan pengolahan ikan malong dan menjajaki kesiapan warga berusaha. Minat yang muncul masih perlu ditindaklanjuti melalui latihan produksi, pencatatan biaya, dan uji pemasaran agar dapat berkembang menjadi kegiatan usaha yang berkelanjutan.

Melalui pengabdian ini, Poltesa membawa pengetahuan dan keterampilan pengolahan hasil perikanan lebih dekat kepada masyarakat. Bagi warga Mentibar, tahu bakso ikan malong menjadi salah satu pilihan untuk mulai mengembangkan potensi lokal menjadi peluang ekonomi keluarga.