You are currently viewing Poltesa Serahkan Blower Tenaga Surya untuk Nelayan Pulau Lemukutan

Poltesa Serahkan Blower Tenaga Surya untuk Nelayan Pulau Lemukutan

  • Post author:

Poltesa.ac.id. – Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) menyerahkan inovasi blower tenaga surya kepada Kelompok Nelayan Laut Biru di Desa Pulau Lemukutan, Kabupaten Bengkayang, Senin (14/9/2026). Teknologi tersebut merupakan hasil Penelitian Terapan Inovasi berjudul “Inovasi Teknologi Panel Surya Portabel untuk Penangkapan dan Pengeringan Ikan Teri di Pulau Lemukutan”.

Kegiatan melibatkan tim yang terdiri atas tiga dosen dan 10 mahasiswa. Perjalanan menuju Pulau Lemukutan telah dimulai sehari sebelumnya, Minggu (13/9/2026), sejak pukul 04.00 WIB dengan proses loading peralatan di Bengkel Jurusan Teknik Mesin Poltesa.

Tim kemudian menempuh perjalanan darat selama sekitar tiga jam menuju Pelabuhan Teluk Suak. Setelah tiba sekitar pukul 07.00 WIB dan beristirahat untuk sarapan, tim mulai memuat peralatan penelitian ke kapal pada pukul 08.00 WIB.

Perjalanan laut dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dan berlangsung selama dua jam hingga tim tiba di Dermaga Teluk Cina, Pulau Lemukutan, pukul 10.30 WIB. Kedatangan tim disambut masyarakat setempat sebelum menuju penginapan yang berjarak sekitar 500 meter dari dermaga.

Diuji Langsung untuk Mengeringkan Ikan Teri

Pada Senin (14/9/2026) pukul 08.00 WIB, tim mulai melakukan instalasi blower tenaga surya di depan kediaman Kepala Desa Pulau Lemukutan. Setelah instalasi selesai, alat langsung diuji untuk membantu proses pengeringan ikan teri.

Pengujian berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB menggunakan 100 gram ikan teri basah. Berdasarkan pengamatan selama pengujian, berat ikan mengalami penurunan sekitar 5 gram setiap 30 menit.

Hasil tersebut diperoleh ketika kondisi cuaca di Pulau Lemukutan sedang mendung dan langit tertutup kabut asap tebal sehingga intensitas cahaya matahari yang diterima panel surya terbatas.

Blower bekerja dengan menghasilkan aliran udara pada permukaan ikan. Secara fisika, pergerakan udara membantu membawa uap air dari sekitar permukaan bahan sehingga mendukung berlangsungnya proses penguapan. Prinsip inilah yang dimanfaatkan untuk membantu proses pengeringan ikan teri.

Pengujian lapangan tersebut menjadi bagian penting dari penelitian karena teknologi tidak hanya dibuat dan diuji di lingkungan kampus, tetapi diterapkan langsung pada kondisi nyata di lokasi yang menjadi sasaran pemanfaatannya.

Hasil Penelitian Diserahkan kepada Nelayan

Setelah rangkaian pengujian selesai, kegiatan dilanjutkan dengan seremoni serah terima alat pada pukul 13.00 WIB bersama Pemerintah Desa Pulau Lemukutan dan Kelompok Nelayan Laut Biru.

Perwakilan tim peneliti, Ikhlas Sanubary, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penelitian tersebut didanai oleh Dana DIPA Politeknik Negeri Sambas melalui Program Penelitian Terapan Inovasi Tahun Anggaran 2026, Nomor 031/PL37/AL.04.03/PL/2026.

Ia berharap blower tenaga surya yang dihibahkan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh kelompok nelayan, khususnya untuk membantu proses pengeringan ikan teri.

Serah terima ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Ketua Tim Peneliti Pande Putu Agus Santoso, S.Pd., M.Sc. bersama Kepala Desa Pulau Lemukutan Ahmad Yusuf.

Tidak sekadar menyerahkan alat, tim juga memberikan pembekalan kepada Kelompok Nelayan Laut Biru mengenai prinsip kerja, penggunaan, dan perawatan teknologi.

Pande menjelaskan bahwa pengoperasian blower dibuat sederhana. Pengguna cukup menekan tombol on-off untuk menghidupkan atau mematikan blower. Alat juga perlu mendapatkan paparan sinar matahari secara berkala agar baterai tetap terisi dan siap digunakan ketika dibutuhkan.

Mitra turut mendapatkan penjelasan mengenai perawatan panel surya. Permukaan panel cukup dibersihkan menggunakan air tawar tanpa campuran deterjen, kemudian dilap secara teratur dari bagian atas menuju bawah untuk membersihkan kotoran yang dapat menghalangi penerimaan cahaya matahari.

Kepala Desa: Teknologi Ini Bermanfaat bagi Nelayan

Kepala Desa Pulau Lemukutan, Ahmad Yusuf, mengapresiasi inovasi yang dikembangkan Politeknik Negeri Sambas. Menurutnya, blower tenaga surya tersebut dapat memberikan manfaat bagi Kelompok Nelayan Laut Biru, khususnya dalam membantu proses pengeringan ikan teri.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Politeknik Negeri Sambas yang telah memilih Pulau Lemukutan sebagai lokasi penerapan hasil penelitian.

Pemerintah desa berharap kolaborasi dengan Poltesa tidak berhenti pada kegiatan tersebut. Kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan terus berlanjut untuk membantu menjawab berbagai kebutuhan Pulau Lemukutan, mulai dari sektor perikanan, pariwisata, perkebunan, energi, hingga kebersihan lingkungan.

Bagi tim peneliti, serah terima blower tenaga surya menjadi bagian dari upaya membawa hasil penelitian keluar dari bengkel dan laboratorium agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

Melalui penelitian “Inovasi Teknologi Panel Surya Portabel untuk Penangkapan dan Pengeringan Ikan Teri di Pulau Lemukutan”, Poltesa berupaya mengembangkan teknologi yang sederhana, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir.

Pemanfaatan energi matahari untuk mendukung proses pengeringan ikan teri juga menunjukkan potensi energi terbarukan sebagai bagian dari pengembangan teknologi tepat guna bagi masyarakat kepulauan.

Dari kampus menuju pesisir, inovasi tidak berhenti menjadi prototipe. Di Pulau Lemukutan, teknologi hasil penelitian Poltesa mulai diterapkan untuk membantu aktivitas produktif nelayan.