Poltesa.ac.id – Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) terus berkomitmen mencetak sumber daya manusia yang responsif terhadap dinamika zaman. Guna membekali para calon alumni sebelum terjun ke dunia profesional, Poltesa menggelar Focus Group Discussion (FGD) Karir dan Kewirausahaan bagi mahasiswa tingkat akhir di Aula Gedung Kuliah Terpadu 1 Poltesa pada Rabu (21/10/2026).
Mengusung tema “Menyiapkan Lulusan yang Adaptif, Kompeten, Berdaya Saing, dan Berjiwa Wirausaha di Era Digital untuk Mewujudkan Masa Depan yang Gemilang”, agenda strategis ini menghadirkan kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan praktisi HRD, instansi pemerintah, lembaga keuangan, hingga pelaku usaha.
Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran pimpinan Poltesa, di antaranya Wakil Direktur I, Wakil Direktur III, beserta unsur pimpinan Poltesa. Sementara itu, sesi diskusi diperkaya oleh deretan narasumber tepercaya:
1. Hani Pratiwi, S.Psi. (HRD Profesional by Bimbel YEC)
2. Sapani, A.Md.KL. (Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sambas)
3. Misno, S.Pd. (Credit Union Sari Intugin)
4. Daud Perdana, S.T., M.T. (Pengusaha Kabupaten Sambas)
Wakil Direktur III Poltesa, U. Heri Mulyanto, S.T., M.Kom., menegaskan bahwa kesiapan mental dan fleksibilitas kemampuan merupakan kunci utama bagi lulusan perguruan tinggi saat ini. ”Melalui FGD ini, kami ingin memastikan para lulusan Poltesa tidak hanya menguasai teori akademis, tetapi juga memiliki mentalitas yang adaptif dan sigap menangkap peluang di era digital. Kami berharap para lulusan mampu bersaing di dunia industri sekaligus berani menciptakan lapangan kerja baru sebagai wirausahawan muda,” tegasnya.
Melalui sinergi bersama para pakar dan praktisi ini, Poltesa optimistis dapat melahirkan generasi muda yang tidak sekadar menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga mampu tumbuh menjadi pencipta lapangan kerja (job creator) yang membawa dampak positif bagi kemajuan daerah dan nasional.
[10.57, 22/10/2026] Poltesa Alank: Teknik Mesin Poltesa Gelar Bimtek Review Kurikulum Berbasis OBE Menuju Standar Industri Mutakhir
Poltesa.ac.id – Program Studi Teknik Mesin Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) sukses menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Review Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan strategis ini merupakan wujud nyata atas diterimanya proposal *Program Bantuan Program Studi pada Pendidikan Vokasi yang Menerapkan Kurikulum Link and Match dengan DUDIKA* dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Lebih lanjut, pelaksanaan Bimtek ini juga menjadi rangkaian tindak lanjut dari kegiatan Focus Group Discussion (FGD) sebelumnya yang melibatkan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDIKA), para alumni, perwakilan program studi sejenis, serta perwakilan anggota Badan Kerja Sama Teknik Mesin (BKSTM). Seluruh tahapan ini ditempuh untuk memperkuat kualitas kurikulum, menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri mutakhir, serta menunjang capaian akreditasi unggul.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Direktur 1, Wakil Direktur 2, Ketua Jurusan Teknik Mesin, Koordinator Prodi Teknik Mesin, Koordinator Prodi Teknik Mesin Pertanian, serta seluruh jajaran Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik) di lingkungan Teknik Mesin Poltesa. Hadir sebagai narasumber utama, pakar kurikulum vokasi dari Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung), Dr. Eng. Pipit Anggareini, S.T., M.T., M.Sc.Eng.
Direktur Poltesa, Dr. Yuliansyah, S.E., M.E., menegaskan komitmen institusi dalam meningkatkan mutu pendidikan akademik berbasis standar internasional. “Penerapan Kurikulum Berbasis OBE merupakan kunci utama agar lulusan Teknik Mesin Poltesa tidak hanya memiliki daya saing tinggi di dunia kerja, tetapi juga relevan dengan perkembangan teknologi masa kini. Bimtek ini menjadi momentum penting bagi kita untuk menyelaraskan capaian pembelajaran dengan standar nasional maupun global,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Prodi Teknik Mesin sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan, Kurniawan, S.T., M.Eng., menyampaikan bahwa kegiatan ini krusial bagi keberlanjutan program studi. “Melalui dukungan program bantuan pemerintah dan sinergi yang telah dibangun bersama DUDIKA serta BKSTM sebelumnya, kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah taktis dalam mengevaluasi serta memutakhirkan kurikulum. Kami berharap seluruh dosen dapat mengimplementasikan hasil rekomendasi Bimtek ini secara optimal ke dalam rancangan pembelajaran, asesmen, dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS),” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Eng. Pipit Anggareini, S.T., M.T., M.Sc.Eng. selaku narasumber turut mengapresiasi semangat dan kesiapan tim Prodi Teknik Mesin Poltesa dalam melakukan transformasi kurikulum. “Transisi menuju sistem OBE memerlukan komitmen bersama dalam merancang instrumen pembelajaran dan asesmen yang terukur. Saya melihat potensi besar dan semangat yang luar biasa dari segenap sivitas akademika Teknik Mesin Poltesa untuk menghadirkan pembelajaran vokasi yang berorientasi pada luaran nyata (outcome),” ungkapnya.
Melalui sinergi program link and match DUDIKA dan penerapan kurikulum OBE ini, Prodi Teknik Mesin Poltesa optimis dapat menghadirkan kurikulum yang semakin progresif, adaptif, serta siap mencetak lulusan unggul yang siap berkontribusi nyata bagi kemajuan industri nasional.
